5 Cara Menjinakan Kucing Hutan Liar Galak Terbukti Berhasil
Cara menjinakan kucing hutan sungguh mudah dikerjakan. Kucing menjadi salah satu hewan yang paling banyak dipelihara sebab tingkahnya yang menggemaskan serta ramah pada manusia. Kucing terdapat banyak jenisnya, mulai dari kucing berbulu panjang sampai berbulu pendek, kucing ras sampai kucing lokal. Namun ada juga jenis kucing yang tak umum dipelihara, adalah kucing hutan. Tidak mustahil merawat jenis kucing liar ini selama mengenali cara menjinakkan kucing hutan yang benar.
Status kucing hutan ketika ini sudah hampir punah. Alasannya alasannya banyak oknum yang mengambil kucing hutan dari habitatnya secara ilegal, terutama anakannya dengan membunuh induknya. Eksploitasi ini didasari karena tingkat permintaan yang tinggi dan harga jualnya juga sangat mahal.
Meski begitu, masih ada cara yang legal untuk memelihara kucing hutan. Yakni sudah harus mendapat izin dari pemerintah setempat untuk memelihara kucing hutan. Cara menjinakkan serta merawat kucing hutan bagi pemula, simak saja klarifikasi berikut ini.
Baca Juga :
Cara Merawat Kucing Hutan Dengan Baik dan Benar
Cara Menjinakkan Kucing Hutan dengan Benar
Kucing hutan, mirip namanya, merupakan kucing yang habitat aslinya berada di hutan. Karena hidup di hutan, maka karakternya tidak ramah dan jinak mirip kucing domestik pada umumnya. Mereka liar dan galak kepada manusia, akan tetapi mampu dijinakkan asal caranya benar dan tepat.
1. Melakukan Pendekatan
Kucing hutan membutuhkan waktu untuk mengikuti keadaan dengan lingkungannya. Saat berbelanja kucing hutan, ada baiknya jangan eksklusif bersentuhan eksklusif dengan kucing alasannya mampu saja kucing tersebut mencakar dan menggigit.
Sebaliknya, tempatkan kucing di kandang, kemudian kandang tersebut di tempatkan di area yang sering dikunjungi oleh pemiliknya. Jaga jarak adalah kuncinya. Cukup amati dari jauh, dan secara perlahan dekati sampai kucing merasa tenteram dengan eksistensi pemiliknya. Berikan gestur yang friendly agar kucing tidak merasa pemilik barunya selaku ancaman.
2. Memperkenalkan Bau Pemiliknya
Supaya kucing hutan cepat jinak. Sebaiknya kerjakan pendekatan dengan memperkenalkan wangi pemiliknya. Caranya ialah dengan memasukkan baju yang telah digunakan setidaknya 2 hari ke dalam sangkar kucing. Biarkan kucing mencium baunya dari akrab biar dapat mengetahui bagaimana busuk pemiliknya.
Dengan begitu kucing mampu lebih mudah dijinakkan dan tidak akan menggigit atau mencakar saat dielus atau digendong pemiliknya.
3. Memberi Makan dengan Tangan
Pendekatan dijalankan juga saat sedang memberi makan. Pakan terlebih dulu dipersiapkan di dalam wadah. Tapi jangan masukkan wadah makan itu ke dalam kandang apalagi dulu.
Suapi kucing makanan tersebut dengan tangan. Secara perlahan dekatkan tangan ke kandang sampai lisan kucing mampu meraih makanannya. Tetap bersikap tenang. Jika kucing tampakmendesis atau akan mencakar, seharusnya jangan eksklusif menawan tangan atau berteriak alasannya kucing bisa menilai bahwa pemiliknya yakni suatu bahaya atau musuh.
Tarik tangan pelan-pelan dan tetap hening. Biasanya kucing akan tetap terlihat was-was ketika mengambil makanan dari tangan insan. Namun ketika melihat pemiliknya tetap damai dan tidak tampaktakut, usang kelamaan kucing hutan akan nyaman dengan sendirinya.
4. Menggendong Kucing Hutan
Setelah kucing mulai terbiasa dengan eksistensi pemiliknya, secara perlahan-lahan angkat kucing ke gendongan. Untuk menyingkir dari luka akhir cakaran dan gigitan, ada baiknya lapisi tangan dengan kain yang cukup tebal. Gendong dengan hati-hati dengan tetap bersikap damai dikala kucing memberontak.
Ketika kucing telah mulai tidak memberontak ketika digendong, cobalah secara perlahan gendong kucing tanpa kain pelindung. Jangan lupa sambil mengelus bab kepalanya supaya kucing merasa nyaman.
5. Memandikan Kucing
Kucing hutan juga butuh dimandikan. Setelah telah merasa cukup jinak, mandikan kucing hutan setiap seminggu 2 kali. Untuk kucing anakan, badannya cukup diusap dengan kain yang sudah dibasahi, jangan dimandikan mirip kucing dewasa alasannya adalah tubuhnya masih belum berpengaruh menahan masbodoh.
Baca Juga :
Tutorial Cara Memandikan Kucing Sendiri di Rumah
Cara Merawat Kucing Hutan
Setelah kucing sudah bersahabat dan jinak pada pemiliknya, selanjutnya lakukan perawatan semoga kucing tetap sehat sampai remaja. Mengingat kucing ini rentan mengalami beberapa duduk perkara kesehatan, maka perawatannya pun agak berlawanan dari kucing domestik pada umumnya. Berikut ulasannya.
1. Memberikan Makanan yang Tepat

Makanan untuk kucing hutan tidak bisa disamakan dengan makanan untuk kucing rumahan. Meskipun sudah jinak, kucing hutan tetap tidak bisa hanya diberi cat food sebab niscaya nutrisinya beda dengan kuliner yang umum ia konsumsi di habitat aslinya.
Sehingga masakan yang diberikan adalah berbentukdaging segar. Bisa saja diberi makanan berupa cat food kering atau lembap, akan namun tidak bisa cuma itu saja dan harus ditambah dengan daging segar.
Hanya menunjukkan cat food saja tanpa diberi daging segar mampu menjadikan harapan hidup kucing hutan berkurang.
2. Menjaga Kebersihan Tubuh Kucing
Kucing hutan juga perlu dijaga kebersihan tubuhnya, yaitu dengan dimandikan secara berkala setidaknya sepekan 2 kali. Mengingat kucing ini tidak takut air, maka akan lebih mudah untuk memandikannya.
Biarkan kucing bermain air dengan semau hati, sambil menyiramnya tubuhnya beri sampo khusus kucing.
3. Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan sangkar kucing hutan juga perlu dijaga. Kucing hutan yang masih baru dibeli harus dikandangkan biar tidak melukai orang. Kandang harus berskala lebih besar dari ukuran tubuhnya, dilengkapi dengan litter box, serta daerah makan dan minum.
Setiap hari kotoran dalam litter box harus dibersihkan, agar tidak menjadi sumber penyakit. Begitupula dengan wadah makan dan minumnya yang mesti dibersihkan secara rutin semoga tidak membuat kucing sakit.
Kandang dicuci setiap seminggu sekali. Pastikan semua sudut kandang sungguh-sungguh bersih. Jemur sangkar setelah dicuci.
4. Mengajak Kucing Bermain Bersama
Kucing hutan yakni tipe kucing yang aktif. Baiknya jangan terlalu lama mengkandangkan mereka. Terlalu usang di kandang dengan minim kegiatan dapat mengakibatkan kucing stres sampai daya tahan tubuhnya pun menurun.
Ajaklah kucing hutan peliharaan bermain. Bisa dengan persiapkan mainan kucing, atau dengan menyediakan area khusus untuk kucing bermain yang didesain seperti dengan habitatnya. Semisal dengan menata bangku-bangku, menciptakan tiang panjatan, atau dengan menawarkan bak dangkal untuk berenang.
Bermain dengan kucing hutan juga dapat mengembangkan keakraban kucing dengan pemiliknya.
5. Melakukan Vaksinasi

Vaksinasi juga penting untuk kucing hutan. Pemberian vaksin dilakukan ketika kucing akan dibawa pulang ke tempat tinggal. Konsultasikan dengan dokter apa saja vaksin yang sempurna untuk kucing hutan. Tujuannya biar kucing tidak gampang terkena penyakit dan tetap lincah.
Baca Juga :
Cara Vaksin Kucing Yang Benar Beserta Syarat-Syaratnya
6. Memperhatikan Kesehatan Kucing
Kucing hutan bergotong-royong cukup rentan dengan penyakit. Oleh jadinya sungguh penting untuk mengamati kesehatannya dengan mempertahankan asupan nutrisi, kebersihan, serta rutin membawa kucing ke dokter hewan.
Bawa kucing hutan ke dokter binatang secara bersiklus, bisa sebulan sekali atau setahun sekali. Terutama ketika terlihat sesuatu yang mencurigakan dari kondisi kucing, segera bawa kucing ke dokter hewan dan jangan pernah beri obat di luar resep dokter.
Demikian klarifikasi tentang cara menjinakkan kucing hutan. Semoga berguna. Jangan lupa untuk membaca info teknologi terbaru ya!
Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
Komentar
Posting Komentar