Pahami 2 Cara Marketing Ini Dan Lihat Ledakan Karenanya
Hallo seluruhnya, selamat pagi, siang sore dan malam. Sebelum saya membicarakan ihwal 2 cara marketing sesuai dengan judul artikel ini. Terlebih dulu Saya ingin memutuskan bahwa Anda semua memahami itu apa itu marketing dan apa fungsi khususnya.
Buat yang belum tahu silahkan Anda baca dulu postingan aku yang membahas 3 fungsi utama marketing yang sering dilupakan orang.
Sudah baca? Kalau telah, sekarang Anda pasti telah tahu apa marketing itu. Ternyata aneka macam orang yang salah selama ini ya? Memaknai marketing secara dangkal dan tidak mengerti hakekat sesunggunya dari marketing itu sendiri. Tapi, tahukan Anda bahwa dalam dunia marketing terdapat 2 fatwa pasti? Yang pertama adalah pemikiran mengingatkan dan yang kedua ajaran menawarkan.
Aliran mengingatkan/Awareness/Branding sering sekali menghabiskan biaya yang sangat banyak dan tidak menciptakan pemasaran. Karena prinsipnya mengingatkan tidak sama dengan pemasaran. Konsumen akan ingat dan tahu produk Anda namun kalau mereka tidak berbelanja maka ini kehancuran untuk bisnis Anda.
Dalam dunia marketing, aliran ini ialah Open Marketing dimana jumalah biaya yang Anda keluarkan untuk marketing tidak mampu Anda ukur hasil konversi penjualannya. Berarti, ini yaitu cara marketing yang salah dong? Tidak begitu pula, cara marketing dengan pedoman mengingatkan juga sungguh penting. Nanti akan saya jelaskan. Kita diskusikan semua dahulu ya.. Biar komplit baru nanti kita satukan.
Cara marketing atau ajaran marketing yang kedua adalah memberikan/Direct Reponsave Marekting. Aliran ini yakni cara marketing dimana ongkos marketing yang Anda keluarakan mampu Anda ukur atau bandingkan dengan hasil penjualanya. Dalam dunia marketing anutan ini ialah Close Marketing dimana jumlah biaya yang Anda keluarkan untuk marketing mampu Anda ukur.
Menariknya, dengan cara marketing ini ongkos marketing Anda bisa tidak terbatas. Semisal, Anda mengeluarkan biaya untuk iklan sebesar Rp 2.000.000 dan ternyata keuntungan higienis yang Anda peroleh sebesar Rp. 4.000.000. ROI Anda 200%, dan perjuangan ini boleh Anda laksanakan terus selama Anda masih untung.
Lalu, dari 2 cara marketing (mengingatkan dan menunjukkan) ini mana cara yang mau Anda pilih? Saran aku, apupan caranya asal bisa mengasilkan keuntungan maka kerjakan. Silahkan Anda baca kutipan dari mantan PM China Xiao Ping berikut ini:
“Saya tidak peduli kucing putih atau hitam yang penting mampu menangkap tikus buat saya”
So, kedua cara ini sangat penting. Saya menentukan untuk tidak terjebak dalam dikotomi antara soft selling dan Hard selling. Saya lebih condong mengabungkan kedua cara marketing tersebut untuk hasil yang maksimal. Sebagai teladan, aku pernah menolong teman merilis sebuah buku agribisnis.
Cara marketing pertama yang aku ambil yakni menginformasikan dan mengigatkan terhadap kandidat pelanggan yang menjadi target pasar dari buku tersebut bahwa ada buku yang sungguh luar bisa akan segera terbit. Saya berikan kerangka aliran dari buku tersebut. Poin-poin apa saja yang berfaedah dari buku tersebut sampai menciptakan banyak orang ingin tau dan terpesona untuk membelinya.
Saya juga mengigatkan bahwa tanggal sekian bulan sekian buku akan terbit. Anda bisa membelinya di took-toko A, B, C, D. Pada beberapa hari sebelum peluncurannya, saya mengigatkan kembali dan sekaligus memberikan ke calon pelanggan bahwa buku akan terbit dalam beberapa hari kedepan dan mampu Anda beli di took A, B, C, D. Khusus pemebelian pada hari pertama penjualan akan mendapatlan potongan harga dan konsultasi pribadi dengan penulisnya. Hasilnya? Luar mampu sekali.
Buku laku elok dan terjual 3628 buku dalam tempo 1 hari saja. Alhamdulilah!! Anda tahu berapa harga buku tersebut? Harganya Rp 350.000,-. Biaya produksi dan iklan /perbukunya tidak lebih dari Rp 50.000,-. Silahkan Anda hitung sendiri berapa keuntungan dalam 1 hari peluncuran bukunya? Dan Alhamdulilahnya sampai dengan postingan ini ditulis buku tersebut sudah terjual hampir 90.000 buku.
Apa yang bisa Anda petik dari cara marketing pemasaran diatas? Intinya Anda perlu mengigatkan ke pelanggan wacana eksistensi produk Anda. Jangan berlarut larut untuk mengingatkan saja. Berikan juga penawaran produk Anda. Pada acuan kasus di atas. Saya menggunakan 30% dari biaya marketing untuk mengingatkan dan 70% sisanya untuk memperlihatkan.
Cara marketing ini terbukti efektif untuk memajukan penjualan secara dramatis besar dan cepat. Gunakan sedikit biaya untuk mengigatkan sehingga awareness berkembangdan sebagian besar ongkos untuk memberikan sehingga pemasaran meningkat.
Tantanganya yaitu bagaimana cara mengigatkan biar konsumen ingat dan ingin tau. Serta bagaimana cara memberikan penawaran yang begitu menarik dan dapat mengemban amanah sehingga calon konsumen akan merasa menyesal kalau tidak membelinya. Dan tidak hanya itu saja. Anda juga mesti menyampaikanya ke kandidat konsemen yang tepat juga.
Semisal, Anda menjual obat penggemuk badan kepada orang yang berbadan gemuk? Atau kebalikanya, memasarkan obat pelangsing tubuh terhadap orang yang kurus? Mungkinkah produk Anda akan dibeli? Saya rasa TIDAK! Coba Anda praktekan dan kombinasikan 2 cara marketing di atas dan buktikan sendiri jadinya…
O iya hampir saja aku lupa, cara marketing di atas (penjualan buku) aku aplikasikan dengan memakai Facebook Add. Pada peluang selanjutnya aku akan menjabarkanya untuk Anda. Bagaimana cara marketing yang efektif, efisien dan terukur meledakan pemasaran Anda melalui Facebook Add dengan penerapan 2 pedoman marketing diatas.
Mau? Kalau mau tulis kata “Mau” pada kolom komentar di bawah postingan ini. Kalau banyak, saya akan tuliskan segera. Sertakan alamat email Anda, agar aku bisa mengabarkan kepada Anda begitu artikel tersebut aku rilis di Web ini.
cara marketing by Wahyu Sumprabowo
Komentar
Posting Komentar